Sumsel  

Libur Tahun Baru 2026, 4.882 Pengunjung Serbu Museum Gua Harimau OKU

LINTASWAKTU.iD | Padang Bindu – Antusiasme masyarakat membludak di Museum Gua Harimau, Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada libur Tahun Baru 2026.

Dalam sehari, tepat 1 Januari 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai 4.882 orang, menjadikannya rekor kunjungan tertinggi sejak museum tersebut dibuka untuk umum.

Museum Gua Harimau mulai beroperasi sejak pertengahan 2025 dan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, didampingi Bupati OKU H Teddy Meilwansyah. Sejak itu, museum ini cepat menjelma menjadi destinasi wisata edukasi favorit di Sumatera Selatan.

Berlokasi di kawasan Kompleks Goa Putri, Museum Gua Harimau menyimpan berbagai peninggalan prasejarah hasil penelitian arkeologi di Gua Harimau, salah satu situs manusia purba terpenting di wilayah Sumsel.

Museum modern ini terdiri dari tiga lantai. Akses masuk utama berada di lantai tiga, melalui jalan menanjak yang juga dilengkapi tangga bagi pengunjung pejalan kaki.

Di bagian dalam, pengunjung disambut ruang auditorium yang menayangkan film dokumenter pendek tentang jejak kehidupan manusia purba di Gua Harimau. Dari ruangan ini, pengunjung diarahkan menyusuri ruang pamer utama yang menampilkan hasil penelitian arkeologi secara visual dan interaktif.

Tak hanya artefak dari Gua Harimau OKU, museum ini juga memamerkan peninggalan prasejarah dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, memperkuat posisinya sebagai pusat informasi sejarah purba regional.

Daya tarik lain terdapat saat pengunjung menuju lantai dua, di mana tersaji replika Gua Harimau yang dibuat menyerupai kondisi asli.

Di dalamnya terdapat tiga makam terbuka lengkap dengan replika fosil manusia purba yang pernah menghuni gua tersebut.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat fosil manusia, tembikar, serta peralatan prasejarah yang dipajang dalam ruang kaca khusus.

Petugas administrasi Museum Gua Harimau menyebutkan, sejak dibuka, museum ini kerap disebut sebagai museum modern terbesar kedua setelah Sangiran, dengan lonjakan kunjungan signifikan saat musim liburan.

Salah satu pengunjung, Agustin, warga Kota Baturaja, mengaku kunjungannya ke Museum Gua Harimau sudah lama direncanakan.

“Setiap ke Goa Putri saya selalu penasaran dengan gedung museum ini. Alhamdulillah sekarang akhirnya bisa masuk,” ujarnya.

Ibu dua anak ini mengaku selama ini hanya mengenal cerita manusia purba dari buku pelajaran sekolah.

“Dulu cuma baca di buku sejarah SD. Sekarang bisa lihat langsung fosilnya, bahkan dari lokasi aslinya,” tutup Agustin. (13)